[spoiler] Terapi Berqisah melalui Buku

Betapa Allah tahu kapasitas kita sebagai manusia. Sulit menerima nasihat tapi mudah belajar dari qisah. Al-Quran menjadi rekaman nasihat Illahi yang sungguh sastrawi. Walau Quran bukan kitab sastra, apalagi kitab fiksi.

Semua dimulai dari keluarga. Sebagai micro system, keluarga merupakan pilar utama pendidikan anak. Keluarga adalah amanah. Anak-anak adalah titipan Allah. Meskipun keluarga merupakan sistem terkecil dalam tatanan kehidupan, tapi pengaruhnya sangat kuat. Berawal dari keluarga, anak-anak membentuk karakter mereka. Sebagai orang tua, normalnya, kita akan ingin anak tumbuh dengan memiliki karakter yang baik. Maka dari itu, fase-fase pembentukan karakter anak ini jangan sampai terlewatkan oleh orang tua. Perkuatlah komitmen Anda dengan pasangan tentang arah pengasuhan anak. Terdesain.

Qisah dalam buku ini didefinisikan sebagai rangkaian kejadian yang dikomunikasikan. Qisah bisa berasal dari kejadian nyata maupun tidak nyata. Qisah bukan pula dongeng yang notabene hanya merupakan cerita rekaan. Jadi dongeng bisa jadi qisah, sementara qisah belum tentu dongeng. Buku ini sendiri merupakan salah satu buku tentang terapi buku alias bibliotherapy yang menjadikan buku sebagai medium untuk mengungkapkan perasaan, merefleksikan kehidupan pribadi pembaca, membangun pemahaman baru, memberikan inspirasi untuk solusi dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam buku ini akan ada lima bab yang mengungkapkan rahasia terapi berqisah.

  1. Menggali persemaian benih qisah.

Di sini kita akan mengetahui persiapan apa saja yang diperlukan agar kita mampu menjalani terapi sendiri. Sebenarnya, dalam melakukan terapi, sekalipun obyek terapi itu adalah anak, namun sebagai pengantar terapi, kita juga mau tidak mau melakukan terapi tersebut. Karenanyalah, kita harus menguasai terapi dengan dasar-dasar yang matang. Memahami tiap detail persiapannya dengan mumpuni agar hasil terapi semakin mendekati sempurna.

 

  1. Menanam benih qisah.

Bagian ini menyampaikan teknik dasar berqisah bagi para pendidik. Bagaimana berkomunikasi dengan anak, bagaimana menampilkan qisah, memilih qisah, waktu melakukan performa ini, dan yang seru, ada latihan-latihan praktis di dalamnya.

 

  1. Memupuk benih qisah.

Di bagian ini, latihan bagi terapis lebih banyak. Ada berbagai macam tips dan contoh, bahkan kisah-kisah nyata yang darinya kita dapat mengambil hikmah, ada cara membuat terapi berjalan dengan lebih kreatif, trik merangsang minat baca anak, dan lain sebagainya. Pada intinya bagian ini adalah untuk berlatih secara otodidak.

 

  1. Memetik buah qisah.

Di sini, pemahaman akan alur atau pola melakukan biblioterapi pada anak akan coba dihantarkan pada kita melalui penjabaran kemanfaatan dari proses ber-qisah. Termasuk di dalamnya dijelaskan tentang model-model yang diangkat dari aksi terapi qisah yang dilakukan oleh penulis.

 

  1. Rekayasa media dan alat peraga qisah.

Di dalam bab ini kita akan diberikan berbagai macam tips atau cara untuk mendapatkan alat peraga yang mumpuni dalam berqisah. Juga tentang eksplorasi media yang tepat dalam berqisah, sesuai tujuan terapinya.

 

Buku ini dilengkapi dengan beberapa kutipan ayat Al Quran yang relevan dengan pembahasan, juga dilengkapi dengan gambar-gambar, terutama di bagian pembuatan alat peraga. Penulis benar-benar berbagi pengalaman pribadinya dalam menghadapi anak-anak dalam buku ini. Sebagai seorang praktisi, beliau sudah menyampaikan yang diperlukan dalam berbagi dengan orang-orang tua yang bercita-cita membentuk karakter anak terbaik.

 

.kkeut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s